Makna dan Filosofi Logo Hari Guru 2024 versi Kemenag

Jakarta (Kemenag) — Logo peringatan Hari Guru 2024 telah dirilis. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan, logo ini dirancang dengan warna-warna cerah, mewakili semangat kolaborasi dan progresivitas dalam dunia pendidikan. Warna logo Hari Guru 2024 juga mengekspresikan harapan, inovasi, dan optimisme untuk masa depan, mencerminkan kerja sama harmonis antara guru dan berbagai pihak dalam mencapai tujuan pendidikan. Perayaan Hari Guru 2024 menjadi momen penting untuk mengakui sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk generasi emas Indonesia. Tema Hari Guru 2024 adalah, ‘Guru Berdaya, Indonesia Jaya’. Menurut Thobib, tema ini mencerminkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemandirian para pendidik agar mampu menghadapi tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis. “Guru adalah pilar utama dalam menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya. Dengan guru-guru yang berdaya, generasi muda kita akan tumbuh menjadi individu yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia, siap berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jum’at (8/11/2024). Thobib berharap, Hari Guru 2024 bukan hanya menjadi perayaan, tetapi momentum untuk menghargai dedikasi dan kontribusi guru yang tidak kenal lelah. “Dengan dukungan, inovasi, dan pengembangan kapasitas guru, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan inklusif,” sebutnya. “Melalui semangat “Guru Berdaya, Indonesia Jaya”, Kementerian Agama RI berharap Indonesia dapat terus melahirkan generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama bangsa semakin jaya di kancah global,” tandasnya. Filosofi Logo Simbol Semangat: Bentuk dinamis yang mengarah ke atas dalam logo ini mengandung makna semangat dan aspirasi yang tinggi. lni mewakili semangat inovasi dan dedikasi para guru dalam mencetak generasi unggul yang berkompeten. Buku Yang Terbuka : Buku yang terbuka melambangkan sumber pengetahuan yang luas dan akses yang terbuka bagi siapa saja. Simbol utama pendidikan, yang mencerminkan bahwa pendidikan adalah fondasi dasar untuk mencapai masa depan yang cerah dan berdaya saing. Ujung Pena: Bentuk menyerupai ujung pena menggambarkan peran penting guru sebagai penulis masa depan melalui ilmu yang mereka ajarkan. Pena juga melambangkan kreativitas, intelektual, dan kebebasan berpikir yang merupakan elemen kunci dalam proses pendidikan. Bintang Harapan: Bintang ini melambangkan tujuan jangka panjang untuk menghasilkan individu-individu unggul yang mampu bersaing di tingkat global, berperan aktif dalam kemajuan bangsa, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

Rumus matematika yang sering di pakai dan di lupakan

sampel alt

Dalam suasana penuh semangat, SMA Negeri 7 Denpasar menggelar pameran literasi untuk kali pertama yang berlangsung pada Jumat, 25 Oktober 2024, bertempat di lapangan SMA Negeri 7 Denpasar. Acara tersebut menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Yudist Ardhana, seorang konten kreator terkenal, sebagai narasumber yang siap berbagi wawasan seputar pentingnya literasi di era digital. Sejak pagi, lapangan sekolah sudah dihiasi dengan berbagai karya hasil kreativitas siswa SMA Negeri 7 Denpasar dari kelas X, XI, dan XII. Kepala SMA Negeri 7 Denpasar, Bapak Cokorda Gede Anom Wiratmaja S.Pd, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong minat literasi di kalangan pelajar, sekaligus menjadi sarana apresiasi terhadap bakat dan kreativitas siswa. Kegiatan pameran dan talkshow ini juga mengundang beberapa sekolah imbas di lingkungan SMA Negeri 7 Denpasar, yaitu SMA Negeri 6 Denpasar, SMA Negeri 8 Denpasar, SMA Negeri 9 Denpasar, SMA Negeri 10 Denpasar, SMA PGRI 4 Denpasar, SLUA Saraswati 1 Denpasar, dan SMA Dharma Praja. Setiap sekolah diundang untuk menghadirkan dua perwakilan siswa dan satu guru pendamping. Sesi talkshow bersama Yudist Ardhana pun menjadi momen yang paling dinanti. Talkshow ini bertajuk “Konten Kreatif, Cerdas Digital : Mengasah Literasi di Era Media Sosial” dipandu dengan sangat apik oleh moderator cantik dan berbakat, Putri Aulia Setiawan dari kelas X7. Dengan gaya komunikatif yang santai namun penuh inspirasi, Yudist menyampaikan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan untuk memahami dan memilah informasi secara bijak di tengah arus informasi yang begitu deras. Para siswa mengikuti sesi ini dengan antusias, terlebih saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar cara membangun kebiasaan membaca dan menulis di tengah gempuran konten digital yang tak ada habisnya. Usai sesi tanya jawab, pihak sekolah menyerahkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada Yudist Ardhana. Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan, diikuti dengan kunjungan Yudist ke pameran karya siswa. Terlihat, Yudist menunjukkan ketertarikan pada berbagai karya kreatif yang dipamerkan, mulai dari puisi hingga mading. Pameran literasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas siswa, tetapi juga kesempatan berharga bagi mereka untuk lebih memahami pentingnya literasi. Diharapkan, acara seperti ini bisa menjadi kegiatan tahunan yang mampu memperkuat budaya literasi di SMA Negeri 7 Denpasar dan memberikan dampak positif bagi generasi muda di sekitarnya. (anggi)