MTs Wahid Hasyim 01 Dau Gelar Doa Bersama Demi Keamanan dan Keberkahan Bangsa

Malang, 1 September 2025 – Seluruh guru dan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyim 01 Dau menggelar kegiatan doa bersama pada Senin pagi setelah pelaksanaan shalat duha berjamaah. Kegiatan penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan, Kyai Muhammad Rusdi, dan diikuti oleh seluruh keluarga madrasah. Dalam doa bersama tersebut, para guru dan siswa memanjatkan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari segala bentuk bencana, serta dilimpahi keberkahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Suasana haru dan penuh kekhusyukan tampak dari ratusan peserta yang larut dalam doa bersama. Kepala MTs Wahid Hasyim 01 Dau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di madrasah. “Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air kepada siswa, sekaligus membiasakan mereka untuk selalu berdoa demi kebaikan bangsa. Semoga generasi kita tumbuh sebagai pribadi yang beriman, peduli, dan bertanggung jawab,” ujarnya. Salah seorang siswa kelas IX juga mengungkapkan kesan positifnya. “Kami senang bisa ikut mendoakan bangsa. Semoga Indonesia semakin maju, aman, dan damai,” katanya penuh harap. Kegiatan doa bersama ini juga dilaksanakan di tengah ramainya pemberitaan tentang berbagai aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah kota besar Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Demonstrasi yang dipicu isu kenaikan tunjangan anggota DPR tersebut menimbulkan keprihatinan publik setelah berujung pada bentrokan dan korban jiwa. Melalui doa bersama ini, keluarga besar MTs Wahid Hasyim 01 Dau berharap agar situasi nasional segera kondusif, masyarakat tetap bersatu, serta para pemimpin bangsa dapat mengambil kebijakan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Dengan adanya kegiatan doa bersama ini, madrasah menegaskan komitmennya untuk terus mendidik siswa bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual dan sosial. Harapannya, kegiatan positif semacam ini bisa menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan demi kebaikan bersama.

Kemenag Siapkan Regulasi Penerimaan Siswa Baru Madrasah

Bogor (Kemenag) — Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag tengah siapkan regulasi pelaksanaan Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) 2025/2026. Hal ini dibahas bersama dalam Rapat Koordinasi yang diikuti para Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Direktur KSKK Madrasah M. Sidik Sisdiyanto mengatakan, SNPDB merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik MTs/SMP, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), dan Pendidikan Muadalah yang memiliki potensi kecerdasan yang tinggi di bidang akademik, keimanan, dan ketakwaan untuk mendapatkan pendidikan bermutu di MAN Unggulan, yaitu MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan (MAN-PK), dan MA Kejuruan Negeri (MAKN). Menurut Sidik, pelaksanaan SNPDB ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan eksistensi di MAN Unggulan. “SNPDB Tahun Pelajaran 2025/2026 diharapkan akan terlaksana dengan lancar, sukses dan tentunya lebih berkualitas dibandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya di Bogor, Jumat (22/11/2024). Sidik menyampaikan pesan agar pelaksanaan SNPDB didukung dengan perangkat regulasi yang kuat dan lebih mengedepankan aspek layanan yang akuntabel dan profesional, ungkapnya. “Tidak boleh ada kebijakan yang diambil secara parsial oleh Kepala MAN Unggulan dalam menyikapi segala aspek dan subtansi SNPDB itu sendiri, juga terkait perangkat akademik (soal) sebaiknya melibatkan kolaborasi antara guru dan akademisi agar tercapai input peserta didik yang berkualitas,” tambah Doktor Manajemen Pendidikan ini. Terkait dengan kesiapan SNPDB, Sidik menjelaskan bahwa penting bagi seluruh MAN Unggulan memastikan kapasitas sumber daya manusia dan infrastrukturnya, terutama status kelembagaan MAN Unggulan (yang baru) seperti MAN IC Bulungan, MAKN Seram, MAKN Kaur, dan MAKN Rokan Hulu. Bagaimanapun, Sidik lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas baik secara jumlah lembaga maupun peserta didik baru yang akan diterima. Oleh karena itu, sinergi dengan Subdit Kelembagaan dan Subdit Sarpras perlu dilakukan, ujarnya. Turut mendampingi, Kasubdit Kesiswaan Solla Taufiq menyampaikan bahwa giat ini dirancang untuk brainstorming dalam mengevaluasi sekaligus merumuskan arah kebijakan SNPDB sesuai dengan kebutuhan masing-masing MAN Unggulan. “Beberapa catatan penting evaluasi dan usulan kebijakan baik dalam subtansi akademik maupun subtansi administratif telah dibahas secara komprehensif, mulai skema penyusunan soal, desain aplikasi, dan pola kerja sama dengan mitra profesional terkait segera akan kami tindaklanjuti dan memastikan petunjuk teknis akan dirilis sekaligus sosialisasi di bulan Desember nanti,” sebut Solla. Kasubtim Kesiswaan MA/MAK, Mustofa Fahmi melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 25 Kepala MAN Insan Cendekia, 11 Kepala MAN-PK, dan 2 Kepala MA Kejuruan Negeri. Penyamaan persepsi dan harmonisasi kebijakan SNPDB Tahun Pelajaran 2025/2026 telah selesai dilakukan meliputi waktu pelaksanaan, ketentuan teknis administrasi kepesertaan, penetapan titik lokasi ujian dan desain fitur aplikasi juga telah dikupas tuntas. Semoga SNPDB akan terlaksana sesuai dengan arah kebijakan yang ditetapkan oleh Direktorat KSKK Madrasah. (MF)

Siapkan Generasi Adaptif dan Kreatif, Menag akan Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk mengembangkan gerakan kepramukaan madrasah dalam rangka menyiapkan generasi adaptif dan kreatif. Hal ini disampaikan Menag Nasaruddin saat membuka Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) 2024 di Cibubur, Jakarta Timur. Menurutnya, selama ini kepramukaan adalah Gerakan yang telah diwariskan oleh para perintis negara dan telah melekat dalam diri masyarakat Indonesia, termasuk bagi siswa madrasah dan santri pesantren. “Kami akan mempertahankan tradisi yang sangat positif ini di masa-masa mendatang. Gerakan Kepramukaan dengan Kementerian Agama tidak bisa dipisahkan,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat membuka KPMN, Senin (18/11/2024). Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus siap menjadi media efektif yang tangguh dan inovatif, serta mampu menghadapi tantangan zaman. Ia juga meminta kegiatan kepramukaan yang komprehensif, unggul dalam moralitas dan kepemimpinan, perlu disandingkan dengan program-program yang telah dirancang untuk siswa madrasah. “InsyaAllah madrasah dan pondok pesantren, kami akan tetap mempertahankan tradisi ini di masa-masa yang akan datang. Bahkan di pondok pesantren yang saat ini berjumlah 41 ribu di seluruh Indonesia kami pun juga menganjurkan bahkan mengharuskan untuk melakukan Gerakan Kepramukaan ini,” tuturnya. Menurutnya, dengan menyandingkan Gerakan Kepramukaan dengan Pendidikan di Kementerian Agama hal ini akan meningkatkan keterampilan siswa madrasah dan santri pesantren, namun tetap berbasis nilai keagaaman. “Dunia menghadapi perubahan signifikan, sosial, ekonomi, maupun teknologi, diperlukan generasi yang adaptif, kreatif, dan mempunyai keterampilan beragam,” imbuhnya. KPMN menurut Menag diselenggarakan untuk menjawab hal-hal tersebut, tidak hanya memperkuat mental fisik, tapi juga penguatan keterampilan, kepemimpinan, literasi digital, dan moderasi beragama. KPMN 2024 diikuti 2.152 Pramuka Penggalang dan Penegak madrasah ini digelar mula 17-22 November 2024 di Bumi Perkemahan dan Wisata Cibubur, Jakarta Timur. Pembukaan KPMN 2024 ditandai dengan dengan pemukulan Rampak Bedug oleh Menteri Agama didampingi Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Bachtiar, Dirjen Pendidikan Islam Abu Rochmad, serta Direktur KSKK Madrasah Sidik Sisdiyanto, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta, serta pengibaran bendera kegiatan. KPMN merupakan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang dan Penegak sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian. Dirjen Pendidikan Islam Abu Rochmad menuturkan KPMN 2024 mengangkat tema “Membangun Generasi Muda yang Maju, Bermutu dan Mendunia”. “KPMN 2024 adalah sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang dan Penegak yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber-Bhinneka sebagai manusia ber-IMTAQ, ber-IPTEK dan berjiwa Pancasila, sehingga dapat lebih siap untuk berkontribusi dalam masyarakat global,” tuturnya.

Makna dan Filosofi Logo Hari Guru 2024 versi Kemenag

Jakarta (Kemenag) — Logo peringatan Hari Guru 2024 telah dirilis. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan, logo ini dirancang dengan warna-warna cerah, mewakili semangat kolaborasi dan progresivitas dalam dunia pendidikan. Warna logo Hari Guru 2024 juga mengekspresikan harapan, inovasi, dan optimisme untuk masa depan, mencerminkan kerja sama harmonis antara guru dan berbagai pihak dalam mencapai tujuan pendidikan. Perayaan Hari Guru 2024 menjadi momen penting untuk mengakui sekaligus memperkuat peran guru dalam membentuk generasi emas Indonesia. Tema Hari Guru 2024 adalah, ‘Guru Berdaya, Indonesia Jaya’. Menurut Thobib, tema ini mencerminkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemandirian para pendidik agar mampu menghadapi tantangan zaman dan memenuhi kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis. “Guru adalah pilar utama dalam menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya. Dengan guru-guru yang berdaya, generasi muda kita akan tumbuh menjadi individu yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia, siap berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jum’at (8/11/2024). Thobib berharap, Hari Guru 2024 bukan hanya menjadi perayaan, tetapi momentum untuk menghargai dedikasi dan kontribusi guru yang tidak kenal lelah. “Dengan dukungan, inovasi, dan pengembangan kapasitas guru, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan inklusif,” sebutnya. “Melalui semangat “Guru Berdaya, Indonesia Jaya”, Kementerian Agama RI berharap Indonesia dapat terus melahirkan generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama bangsa semakin jaya di kancah global,” tandasnya. Filosofi Logo Simbol Semangat: Bentuk dinamis yang mengarah ke atas dalam logo ini mengandung makna semangat dan aspirasi yang tinggi. lni mewakili semangat inovasi dan dedikasi para guru dalam mencetak generasi unggul yang berkompeten. Buku Yang Terbuka : Buku yang terbuka melambangkan sumber pengetahuan yang luas dan akses yang terbuka bagi siapa saja. Simbol utama pendidikan, yang mencerminkan bahwa pendidikan adalah fondasi dasar untuk mencapai masa depan yang cerah dan berdaya saing. Ujung Pena: Bentuk menyerupai ujung pena menggambarkan peran penting guru sebagai penulis masa depan melalui ilmu yang mereka ajarkan. Pena juga melambangkan kreativitas, intelektual, dan kebebasan berpikir yang merupakan elemen kunci dalam proses pendidikan. Bintang Harapan: Bintang ini melambangkan tujuan jangka panjang untuk menghasilkan individu-individu unggul yang mampu bersaing di tingkat global, berperan aktif dalam kemajuan bangsa, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

Rumus matematika yang sering di pakai dan di lupakan

sampel alt

Dalam suasana penuh semangat, SMA Negeri 7 Denpasar menggelar pameran literasi untuk kali pertama yang berlangsung pada Jumat, 25 Oktober 2024, bertempat di lapangan SMA Negeri 7 Denpasar. Acara tersebut menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Yudist Ardhana, seorang konten kreator terkenal, sebagai narasumber yang siap berbagi wawasan seputar pentingnya literasi di era digital. Sejak pagi, lapangan sekolah sudah dihiasi dengan berbagai karya hasil kreativitas siswa SMA Negeri 7 Denpasar dari kelas X, XI, dan XII. Kepala SMA Negeri 7 Denpasar, Bapak Cokorda Gede Anom Wiratmaja S.Pd, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong minat literasi di kalangan pelajar, sekaligus menjadi sarana apresiasi terhadap bakat dan kreativitas siswa. Kegiatan pameran dan talkshow ini juga mengundang beberapa sekolah imbas di lingkungan SMA Negeri 7 Denpasar, yaitu SMA Negeri 6 Denpasar, SMA Negeri 8 Denpasar, SMA Negeri 9 Denpasar, SMA Negeri 10 Denpasar, SMA PGRI 4 Denpasar, SLUA Saraswati 1 Denpasar, dan SMA Dharma Praja. Setiap sekolah diundang untuk menghadirkan dua perwakilan siswa dan satu guru pendamping. Sesi talkshow bersama Yudist Ardhana pun menjadi momen yang paling dinanti. Talkshow ini bertajuk “Konten Kreatif, Cerdas Digital : Mengasah Literasi di Era Media Sosial” dipandu dengan sangat apik oleh moderator cantik dan berbakat, Putri Aulia Setiawan dari kelas X7. Dengan gaya komunikatif yang santai namun penuh inspirasi, Yudist menyampaikan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan untuk memahami dan memilah informasi secara bijak di tengah arus informasi yang begitu deras. Para siswa mengikuti sesi ini dengan antusias, terlebih saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar cara membangun kebiasaan membaca dan menulis di tengah gempuran konten digital yang tak ada habisnya. Usai sesi tanya jawab, pihak sekolah menyerahkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada Yudist Ardhana. Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan, diikuti dengan kunjungan Yudist ke pameran karya siswa. Terlihat, Yudist menunjukkan ketertarikan pada berbagai karya kreatif yang dipamerkan, mulai dari puisi hingga mading. Pameran literasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas siswa, tetapi juga kesempatan berharga bagi mereka untuk lebih memahami pentingnya literasi. Diharapkan, acara seperti ini bisa menjadi kegiatan tahunan yang mampu memperkuat budaya literasi di SMA Negeri 7 Denpasar dan memberikan dampak positif bagi generasi muda di sekitarnya. (anggi)

Menag Bertemu Mendikdasmen, Bahas Percepatan Pendidikan Profesi Guru

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti guna membahas upaya percepatan proses Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pertemuan berlangsung di kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Pertemuan dua Menteri ini bertujuan membahas upaya untuk mengatasi antrean PPG bagi guru mata pelajaran agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di lembaga pendidikan agama. Jika tidak ada terobosan percepatan, daftar antreannya bisa mencapai 30 – 50 tahun. “Kami datang ke sini untuk bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyelesaikan persoalan guru agama di sekolah umum dan guru mapel umum di lembaga pendidikan agama,” terang Menag di Kantor Kementerian Dikdasmen, Jakarta, Senin (18/11/2024). Ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad dan Direktur Pendidikan Agama Islam M Munir. Hadir dalam pertemuan, Wakil Mendikdasmen, Sekjen Kemendikdasmen, dan Dirjen GTK Kemendikdasmen. “Masih banyak mereka yang belum mendapatkan sertifikasi. Jadi untuk mempercepat pengantrean itu kami bekerja sama dengan Kementerian Dikdasmen,” lanjutnya. Kerja sama ini, kata Menag, sangat penting karena kedua kementerian sama-sama mengelola pendidikan. Kalau pendidikan umumnya di Kemendikdasmen, pendidikan agamanya di Kementerian Agama. Dalam pertemuan ini, kedua menteri sepakat mengakumulasi sumber daya untuk menghasilkan solusi yang cepat dan efektif. Menag berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. “Kita bicarakan bersama ke depan apa yang bisa kita bantu di sini dan apa yang bisa diperbantukan untuk kita, apa yang bisa kita sinergikan. Alhamdulillah banyak kemajuan. Kita menyelesaikan masalah budgetingnya. Kita akumulasi sesuatu yang cepat dan lebih bagus,” tuturnya. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut, masih ada ratusan ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di madrasah yang belum disertifikasi. “Tahun depan berkenan Kemenag dan Kemendikdasmen bisa kolaborasi gitu sehingga guru-guru PAI juga bisa selesai tahun depan untuk PPG. Mapel umum di madrasah, ini kami berharap bisa ikut, sehingga 2025 atau paling lambat nanti 2026 ini bisa seluruhnya PPG,” tutur Mendikdasmen. Selain masalah akselerasi PPG, dibahas juga upaya memberikan pengakuan dan penerimaan lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Ma’had Ali untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi pada Satuan Pendidikan Umum. Menag dan Mendikdasmen juga membahas sejumlah permaslahan lain pada Pendidikan Agama dan Keagamaan yang berisisan dengan sistem dan kebijakan pada Kemendikdasmen. Hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti oleh Pejabat Tekhnis pada Kemendikdasmen dan Kemenag.